Ganti Kartu ATM di CS Digital


Tahun lalu, ada keanehan pada kartu ATM BRI (Simpedes) yang saya miliki. Keanehan itu adalah kartu sudah melewati masa kadaluwarsa, anehnya masih bisa digunakan untuk transaksi di mesin ATM. Padahal, sejauh pengalaman menggunakan kartu ATM, lewat tanggal kadaluwarsa berarti tidak berfungsi untuk transaksi.

Makanya, kejadian tersebut saya anggap aneh.

Sampai beberapa bulan dari tanggal kadaluwarsa, kartu tersebut tetap bisa digunakan untuk tarik tunai di ATM BRI. Saya pikir, unik juga nih kartu. Berhubung merasa diuntungkan (tidak perlu ganti kartu), saya tidak mencari tahu penyebab keanehan tersebut. Hehehe, gitu lah ya mayoritas manusia, kalau diuntungkan diem-diem bae. Tapi kalau dirugikan, langsung deh cari informasi atau bahkan langsung koar-koar di media sosial. 

Sampai beberapa bulan kemudian, kartu ATM tersebut tidak bisa digunakan lagi. Namun, saya tidak segera pergi ke bank karena ada rekening bank lain untuk transaksi sehari-hari. Kalau ada yang masih bisa digunakan, males pergi ke bank untuk urusan seperti ini. Antrinya itu lho… Mesti datang pagi-pagi kalau nggak mau antri panjang.

Sampai tahun berganti, saya masih membiarkan kartu ATM expired itu menghuni dompet. Hingga awal Februari lalu, ada transfer ke rekening BRI dan uangnya saya butuhkan untuk membayar suatu keperluan. Masalahnya, selain kartu ATM kadaluwarsa, aplikasi m-banking Brimo tidak bisa saya gunakan karena nomor HP yang digunakan untuk mendaftar sudah hangus. 

Mau nggak mau jadi harus datang ke bank untuk mengurus keduanya.

Jumat, 21/2/25, saya bulatkan niat untuk pergi ke kantor cabang BRI Kota Kediri. Padahal lokasinya nggak  jauh dari tempat tinggal, saya saja yang malas buat datang. Usai mengantar anak-anak ke sekolah, saya pulang sebentar, lalu buru-buru ke bank. 

Berhubung masih pagi, suasana masih lengang. Di kursi antrian, jumlah nasabah bisa dihitung dengan jari. Ini sih yang saya harapkan. Saat saya mencari-cari tempat untuk mengambil nomor antrian, seorang petugas satpam langsung menyapa.

“Ada yang bisa saya bantu?” kata bapak satpam sigap menghampiri. Wah nggak kalah sigap nih dengan satpam bank sebelah hehehe.

“Oh iya, Pak. Saya mau mengganti kartu ATM dan nomor ponsel untuk Brimo,” jawab saya.

“Oh baik. Untuk ganti kartu ATM bisa saya bantu. Tapi nanti untuk ganti nomor ponsel nanti di CS (customer service)” kata bapak satpam.



Wiiih, baru tahu nih ganti kartu ATM bisa dibantu satpam. Saya mengekor langkah bapak satpam ke sebuah mesin bertuliskan “DIGITAL CS.” Wah, mesin ini rupanya bisa melayani berbagai hal yang dulu hanya bisa dilakuan oleh CS manusia, yakni : 

• pembukaan rekening

• cetak buku tabungan

• cetak rekening koran

• penggantian kartu

Kira-kira, CS digital ini bisa dioperasikan sendiri oleh nasabah nggak ya?

Bapak satpam meminta kartu ATM yang sudah kadaluwarsa, buku tabungan, dan KTP. Tidak sampai sepuluh menit, kartu ATM baru sudah saya terima.

Wow… saya takjub.

Jadi terpikir, sudah berapa lama sih saya nggak ke bank? Kok sudah makin canggih aja. Atau memang saya yang sedemikian out of date? Wkwkwk. 

Setelah saya ingat-ingat, ternyata saya memang sudah setahun lebih tidak pergi ke kantor bank untuk urusan semacam ini. Terakhir berurusan dengan CS bank waktu masih tinggal di (Gowa mepet) Makassar. Itu pun di kantor unit kecil, jadi tidak ada mesin CS digital. 

Oh iya ding, beberapa bulan lalu saya sempat ke BCA dan ambil nomor antrian ke customer service. Namun, menyadari nomor saya masih panjaaaang, saya memilih untuk #kaburajadulu dan belum kembali lagi ke sana. 

Ternyata, urusan ke bank sudah makin mudah yaaa…

Ya iyalah…kalau nggak makin mudah, bank konvensional bisa kalah dengan bank digital yang bahkan tidak ada kantor fisiknya (kalaupun ada, paling di pusat/cabang besar saja). Saya sempat mengutarakan rasa penasaran mengenai kartu ATM kadaluwarsa yang masih bisa dipakai pada bapak satpam. Beliau bilang, tahun lalu ada keterlambatan penyediaan stok kartu ATM. Alhasil, untuk menyiasati kondisi tersebut, kartu nasabah yang kadaluwarsa diperpanjang otomatis oleh sistem. 

Oooo…demikian. Entah benar entah tidak, setidaknya sudah ada jawaban hehehe.

***

Selesai urusan kartu ATM, saya pindah ke CS. Puji Tuhan langsung dilayani karena tidak ada antrian di CS. Saya mengutarakan maksud saya untuk mengganti nomor ponsel yang terhubung dengan aplikasi Brimo. Petugas CS meminta buku tabungan dan KTP. Setelah itu Ia memberikan formulir permohonan penggantian nomor ponsel untuk saya tanda tangani.

Btw, ponsel yang saya gunakan untuk m-banking ini baru tapi lama ya geess. Baru saya pakai karena dapat lungsuran (bekas pakai) dari anak sulung. Anak bisa kasih lungsuran HP ke saya karena dia dapat lungsuran HP dari ayahnya (suami saya). Begitulah penggunaan HP di keluarga saya, turun-temurun setiap si ayah dapat jatah ganti HP dari kantornya.

Ceritanya, HP itu jadi HP kedua yang saya khususkan untuk mengunduh aplikasi finansial. Maksudnya sih untuk meminimalisasi hack aplikasi keuangan seandainya saya lupa atau teledor mengeklik tautan berbahaya atau menerima telepon penipuan. Nggak tau deh langkah ini efektif atau enggak. Paling tidak saya sudah berusaha mengantisipasi.

Berhubung masih “baru”, saya belum terbiasa dengan ponsel tersebut. Dan terjadilah hal lucu. 

Sebelum pergi ke bank, saya MERASA sudah mengunduh aplikasi Brimo. Namun, saat petugas CS meminta saya membuka aplikasi Brimo, saya tidak menemukannya di daftar unduhan. Kok aneh? Apa saya belum mengunduh ya?

Ah entah deh… Yang jelas saya cepat-cepat mengunduh aplikasi Brimo dari Playstore. Ndilalah, proses mengunduhnya lama, persentase unduhan berjalan lambat. Akhirnya petugas CS menyarankan saya untuk membuka email lebih dulu untuk mengecek tautan pergantian nomor ponsel.

Begitu membuka email, saya baru sadar kalau saya membawa HP si anak bontot. HP dua anak itu memang dari brand sama, meski seri-nya berbeda secara fisik sangat mirip. Sementara saya belum familiar dengan HP lungsuran si anak sulung. Tapiiiiiii…meski HP-nya hampir sama, casingnya kan berbedaaaaa, wallpapernya juga beda, tampilan daftar aplikasinya juga berbeda!!

Wkwkwkwkw…jadi gemazzzzh sendiri deh. Sebegitu lamanya saya pingsan (maksudnya tak sadar hehehe) kalau membawa HP yang salah. Euwwwwwww… emak-emak satu ini emang yaaaaa!!!

Bersyukur, HP yang salah tidak menjadi masalah. Sebab, saya sudah mengisi formulir dan sudah mendapat email berisi tautan pergantian nomor HP. Proses bisa saya lanjutkan sendiri di rumah. Terima kasih Mbak CS.

Jadi, saran buat teman-teman yang hendak urusan perbankan :

  • Datang pagi-pagi untuk menghindari antri panjang

  • Siapkan semua dokumen yang kira-kira diperlukan, seperti buku tabungan, KTP, dan kartu ATM (kalau utusan kredit, tentu ada dokumen yang lain lagi yaaa..)

  • Terakhir, jangan keliru bawa handphone wkwkwkwk.

Luka perih terkena kaca

Terima kasih sudah membaca

Posting Komentar untuk "Ganti Kartu ATM di CS Digital"