Saat saya menulis ini, bulan Ramadan hampir usai. Bagi teman-teman yang menjalankan ibadah puasa, semoga lancar hingga berakhirnya Ramadhan dan menyambut Lebaran dengan sukacita.
By the way, di Ramadhan 2025 tahun ini saya mengetahui satu kosakata baru yakni mokel. Iya mokel. Mungkin sebagian teman-teman sudah sangat akrab dengan kata mokel yang berarti buka puasa sebelum waktunya. Atau ada juga teman-teman yang baru kenal istilah mokel seperti saya?
Saya tahu kata mokel dari si sulung dan si bungsu ketika mereka pulang dari main Play Station (PS) di luar. Mereka bercerita, saat membeli minuman ringan di dekat tempat PS, si penjual minuman bertanya, "kalian mokel ya?"
Sepertinya, pertanyaan itu lebih bernada canda daripada penghakiman. Sebab anak saya bercerita sambil tertawa-tawa. Lalu, di rumah kami malah jadi sering menggunakan kata mokel setiap melihat anggota keluarga lainnya sedang makan wkwkwk.
Lha wong memang nggak puasa, makan ya makan aja, bukan mokel hehehe.
***
Kata mokel mengingatkan saya pada satu istilah serupa yang sering saya dengar di masa kecil. Saya lahir dan bertumbuh sebagai kanak-kanak di Temanggung, Jawa Tengah. Di sana, ada juga istilah lokal untuk batal puasa sebelum tiba waktunya.
Tapi apa ya istilahnya?
Saya berusaha mengingat-ingat istilah itu karena memang sudah cukup lama tidak menggunakannya. Sependek ingatan, istilah itu juga terdiri dua suku kata dan sama-sama berawalan huruf M.
Hmmmmh...apa ya?
Tak tik tak tik tak tik...waktu berlalu dan masih belum juga ketemu.
Hingga beberapa saat kemudian : yeayyy..akhirnya saya menemukan istilah yang saya cari.
MUKAH.
Yess, mukah atau kadang dilafalkan sebagai mokah, satu arti dengan mokel.
Perbedaan istilah itu berlanjut pada rasa penasaran. Mokel itu istilah lokal Jawa Timur atau juga digunakan di daerah-daerah lain? Ya maklum, saya baru setahunan tinggal di Jatim.
Saya memposting rasa penasaran saya di Facebook. Lalu seorang teman yang menambahkan satu kosakata baru yakni medhot. Ini pasti berasal dari bahasa Jawa yaitu pedot atau putus.
Oh ya, ada lagi istilah untuk maksud serupa, yakni budi yang berarti buka diam-(diam). Bagi sebagian muslim, berbuka sebelum waktunya atau tidak berpuasa kan dilakukan diam-diam yaaa...Istilah itu bikin saya tertawa karena pak suami bernama Budi hehehe.
Demikianlah dua kata baru yang saya pelajari di bulan Ramadhan 2025 ini. Mungkin, teman-teman punya istilah/bahasa lokal lain lagi untuk hal serupa? Yuk berbagi di kolom komentar.
Rasa perih terkena kaca
Terima kasih sudah membaca
Posting Komentar untuk "Mokel, Mukah, dan Budi"
Terima kasih atas kunjungannya. Mohon tidak meninggalkan link hidup dalam komentar ya :)